Menelusuri Arti Kepemimpinan Global

 Kata Kepemimpinan Global saya tertarik ingin menelusurinya. Apa yang dimaksud dengan kata itu. 

Kata itu saya dengar beberapa waktu  yang lalu dalam sebuah berita bahwa Mentri luar negeri Marsudi Silalahi  berbicara masalah Palestina dikaitkan dengan Kepemimpinan Global.

Bila melihat unsur yang membangun kata tersebut maka dapat dikatakan bahwa kata Kepemimpinan Global dibangun dari dua kata yaitu Kepemimpinan dan Global. Tepatnya merupakan kata majemuk bukan prase bukan pula klausa. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa kata Kepemimpinan memiliki arti yaitu perihal pemimpin. Arti lainya yaitu cara memimpin.

Sedangkan kata Global dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu meliputi seluruh dunia.

Turner dan Barker dalam tulisan Rahman El Junusi menyatakan bahwa Teori kepemimpinan dapat diorganisir menjadi empat kategori utama. Pertama, teori Kepemimpinan tradisional yang memperhitungkan aspek-sspek seperti sifat, perilaku, dan situasional. Kedua, teori kepemimpinan yang lebih baru, seperti karismatik, dan transformasional, membawa pendekatan inovatif yang memusatkan perhatian pada visi dan pengembangan induvidu. Selanjutnya, konsep kepemimpinan kolektif menyoroti kepentingan dinamika tim dan kompleksitas dalam menghadapi tantangan organisasional. Terakhir, teori kepemimpinan global menghadirkan perspektif yang penting,  mengakui peran penting kepemimpinan dalam lingkungan global yang beragam.

Kepemimpinan Global

Dalam Wikipedia dinyatakan bahwa Arti dari Kepemimpinan global adalah studi interdisipliner tentang elemen-elemen kunci yang harus dimiliki oleh para pemimpin masa depan di semua bidang pengalaman pribadi untuk secara efektif membiasakan diri dengan efek psikologis, fisiologis, geografis, geopolitik, antropolugis, dan sosiologis dari globalisasi.

Enis Dorlevi menyatakan bahwa Kepemimpinan adalah seni membimbing dan menginspirasi orang lain menuju tujuan atau sasaran bersama. Seorang pemimpin memiliki sifat-sifat seperti visi, kepercayaan diri, dan dapat dipercaya, yang memungkinkan mereka untuk memotivasi individu atau kelompok secara efektif. Lalu, apa itu kepemimpinan global? Kepemimpinan global adalah perluasan dari kualitas-kualitas ini untuk beroperasi di dunia yang beragam dan saling terhubung. Para pemimpin global memahami dan menghargai perbedaan budaya, menunjukkan kecerdasan budaya, dan memanfaatkan keberagaman sebagai kekuatan. Mereka menavigasi kompleksitas lintas batas, mendorong kolaborasi, dan mendorong inovasi dalam skala global.

Thunderbird menyatakan bahwa jika anda bertanya kepada lima orang tentang definisi kepemimpinan global, anda kemungkinan mendapat lima jawaban yang berbeda semuanya terkait dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan beragam kelompok orang.

 Thunderbird melanjutkan bahwa meskipun ini benar, kepemimpinan global harus melampaui interaksi dan kemampuan untuk memengaruhi individu dari berbagai latar belakang. Perbedaan ini adalah perbedaan antara seorang pemimpin dan pemimpin yang secara efektif beroperasi dalam lingkungan yang kompleks yang mencakup batas-batas nasional dan budaya.

Rahman El Junusi mengemukakan bahwa belum ada konsensus tentang definisi kepemimpinan global, sehingga konsepsi kepemimpinan global memerlukan pengembangan dan eksplorasi lebih lanjut. Selain itu, kelemahan studi kepemimpinan global belum melibatkan nilai-nilai ahlak dalam peran, tanggung jawab, kompetensi, dan karakter sebagai pemimpin global.

Jika diajukan pendapat pribadi maka dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan Global merupakan kepemimpin ala Rosululloh SAW baik dalam bidang Pemerintahan atau politik maupun bidang-bidang lainya yang berdasarkan pada Al-Qur'an dan Al-Hadis.

Setelah itu diikuti oleh para Kholifah. Mulai dari Kholifah Abu Bakar sampai Kholifah yang terakhir tanggal 3 Maret 1923 Masehi yang bertepatan dengan tanggal 28 Rojab tahun 1342 Hijriyah.

Kemudian akan diikuti oleh Kholifah-Kholifah selanjutnya. Tentu setelah Khilafah ala minhajin nubuwah yang kedua tegak berdiri. Semoga tidak lama lagi.

Sifat Pemimpin

Dengan demikian dapat dipahami bahwa seorang Pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang baik. Bukan sifat-sifat yang buruk. Sifat-sifat yang baik tentu berdasarkan Islam bukan yang lain.

Untuk memberi gambaran bagaimana sifat-sifat yang baik itu tidak sulit. Alloh SWT telah menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang terpuji atau agung. Juga memiliki suri tauladan yang baik.

Sifat Kepemimpinan Rosululloh 

Menurut Ustad Muhammad Ishaq dalam tulisannya bahwa beberapa sifat Beliau dalam aspek kepemimpinan antara lain: Pertama, komitmen yang tinggi dalam mewujudkan risalah dalam kehidupan. Rosululloh SAW tidak sekedar diperintahkan untuk menyampaikan risalah Islam yang diwahyukan kepadanya, namun juga diperintahkan untuk menerapkannya sehingga menjadi dominan dalam kehidupan ini. Berbagai cobaan dan tantangan menghadang beliau, namun langkahnya tidak pernah surut.

Kedua, berani dalam menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya. Keberanian  Beliau  tampak jelas dalam setiap aktivitas yang diterjuninya, baik dalam urusan militer maupun non militer. Beliau merupakan sosok yang berani menghadapi berbagai situasi yang berbahaya meski kadang mengancam jiwanya. Ali Ra. Beliau berkata : "Kamu telah menyaksikan kami dalam perang Badar di mana kami berlindung di balik Rosululloh SAW. Beliau adalah Orang yang paling dekat dengan musuh. Pada hari itu Beliau adalah orang yang paling banyak menderita " (HR Ahmad dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)

Ketiga, hidup bersahaja. Meski Beliau merupakan kepala negara, Beliau tetap bersahaja dalam menjalani kehidupannya. Padahal dengan kekuasaan yang dimilikinya beliau dapat saja berperilaku layaknya pemimpin negeri-negeri Islam saat ini yang bergelimang harta dan fasilitas  namun abai terhadap rakyatnya.

Keempat, melayani dengan kasih sayang. Sikap kasih sayang Beliau tidak terbatas hanya kepada keluarga dan para sahabatnya namun juga pada umatnya. Bahkan penghormatan Beliau terhadap non-Muslim yang hidup dalam negara Islam juga sangat tinggi.

Kelima, tegas dalam menerapkan hukum Alloh SWT . Rosululloh SAW tidak pernah berpaling sedikitpun dari apa yang diwahyukan Alloh, termasuk dalam menerapkan aturan syariah dalam kehidupan publik.

Keenam, ahli strategi yang ulung. Rosululloh juga dikenal memiliki kecanggihan strategi, baik dalam urusan pemerintahan maupun militer.

Imam Al-Ghazali dalam Rahman El Junusi menyatakan bahwa keadilan adalah salah satu pilar utama dalam menjalankan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam konteks kepemimpinan al-adl (keadilan) berarti memberikan hak kepada yang berhak dan menempatkan sesuatu kepada tempatnya. Seorang pemimpin yang adil akan memastikan bahwa setiap anggota masyarakat mendapatkan haknya tanpa diskriminasi atau pilih kasih. Imam Al-Ghazali menyatakan pula bahwa Keadilan adalah dasar dari segala bentuk kepemimpinan yang baik dan efektif.

Kaitan Kepemimpinan Global dengan  masalah Palestina

Kalau berbicara tentang Palestina tentunya  berbicara bagaimana cara menyelesaikannya. Permasalahan Palestina harus segera dicarikan solusinya. Solusi tuntas yang diharapkan.

Kepemimpinan Global dalam arti Khilafah merupakan Sebuah Solusi tuntas masalah Palestina. Maka yang harus dilakukan pada masa sekarang yaitu Berjuang Menegakkan Khilafah disamping mengirimkan Pasukan tentara kaum muslim ke Palestina dan Libanon yang sekarang sedang diserang oleh Zionis Israel.

Tentara kaum Muslim diharapkan jangan diam saja melihat saudaranya diserang oleh musuh.Tentara kaum muslim harus bergerak membelanya. Itulah sikap yang benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengagungkan Rosululloh SAW

Mencintai Rosululloh SAW bermakna Giat Berjuang Menegakkan Khilafah

Haji