Mencintai Rosululloh SAW bermakna Giat Berjuang Menegakkan Khilafah
Bulan Maulud kita Peringati sebagai Bulan Kelahiran Rosululloh SAW. Beliau dilahirkan di Mekah hari Senin tanggal 12 Robiul Awal tahun Gajah. Ibu Beliau bernama Siti Aminah. Ayah Beliau bernama Sayyid Abdullah. Kakek Beliau bernama Abdul Mutholib.
Kelahiran Beliau sangat penting kita peringati. Alam semesta dan isinya tidak mungkin ada kalau Rosululloh SAW tidak ada. Beliau sangat berjasa besar kepada kita. Maka sudah selayaknya kita selalu memperingati hari kelahiran Beliau.
Dengan memperingati Kelahiran Beliau berarti satu ciri kita Cinta kepada Beliau.
Bagaimana cara memperingatiNya? Cara memperingatiNya apa saja yang penting baik menurut Islam. Bisa dengan cara memperbanyak membaca Sholawat
ان الله و ملءكثه ىصلون على النبى ىاىهاالذىن آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما
Sesungguhnya Alloh dan para Malaikat-Nya Bersholawat untuk nabi. Wahai orang- orang yang beriman Bersolawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (Q.S. Al-Ahzab: 56)
atau Bersedekah atau numpeng atau sekedar makan tumpengpun itu termasuk juga memperingati atau Berpuasa atau yang lainnya.
Yang lainnya bisa diartikan Bergiat Berjuang menegakkan Khilafah.
Berjuangan Menegakkan Khilafah pertanda kita mencintai Beliau. Cinta membutuhkan pembuktian.
Berarti kalau tidak Berjuang merupakan pertanda bahwa ia tidak mencintai Beliau.
Oleh karena itu tidak boleh tidak kita harus Berjuang Menegakkan Khilafah.
Khilafah sangat perlu diperjuangkan oleh seluruh kaum Muslim.
Sangat merugi sekali jika diam saja apalagi menentang Perjuangan Penegakkan Khilafah. Oleh karena itu mari kita Berjuang sekuat tenaga agar Khilafah tegak kembali seperti dulu.
Mencintai Rosululloh SAW, manisnya Iman
Dengan mencintai Rosululloh SAW merupakan satu jalan merasakan manisnya Iman. Dalam sebuah Hadis Rosululloh SAW menerangkan bahwa merasakan manisnya Iman ada tiga diantaranya yaitu Alloh dan Rosul-Nya lebih dicintai dari yang lain.
Meneladani Kepemimpinan Rosululloh SAW
Dalam sejarah Islam dikemukakan bahwa Rosululloh sebagai Kepala Negara memimpin rakyatnya di Madinah dengan menerapkan Syariah Islam bukan yang lain. Sistem ekonominya berdasarkan Islam begitupun sistem politiknya berdasarkan Islam juga sistem-sistem lainnya berdasarkan Islam bukan yang lain. Maka kita patut mencontohnya. Dengan begitu keberkahan hidup akan diraih.
لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان ىرجواالله والىوم الاخر و ذكرالله كثىرا
Sungguh telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rohmat) Alloh dan (kedatangan) Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Alloh. (Q.S. Al-Ahzab: 21)
Setelah Beliau wapat dilanjutkan oleh para Kholifah. Para Kholifah pun meneledani kepemimpinan Rosululloh SAW yaitu menerapkan Syariah Islam bukan yang lain.
Sudah selayaknya Penguasa sekarang juga meneladani Kepemimpinan Rosululloh SAW yaitu menerapkan Syariah Islam dalam menjalankan sistem ekonominya, sistem politiknya, dan sistem-sistem lainnya. Insyaalloh dengan begitu keberkahan hidup akan diraih.
Mengobarkan semangat Jihad
Dengan memperingati Kelahiran Rosulloh SAW dapat mengobarkan semangat Jihad melawan musuh.
Dalam sejarah Islam dikemukakan bahwa kemenangan pasukan Islam yang dipimpin Sultan Alayubi atas pasukan kafir setelah diadakan Peringatan Kelahiran Rosululloh SAW.
Jika pasukan kaum Muslim ingin menang dalam pertempuran melawan pasukan kafir maka sudah selayaknya Memperingati Kelahiran Rosululloh SAW. Dengan begitu insyaAlloh Pasukan kaum muslim akan mendapat kemenangan melawan musuh.
Sifat Rosululloh SAW
Beliau memiliki gelar Al-Amin yaitu dapat dipercaya. Orang Islam dan bahkan orang kafir yang memusuhi Beliaupun percaya pada Beliau.
Gelar ini tidak sembarangan diberikan jika tidak dapat dipercaya. Maka jika mendapatkannya berarti orang itu betul-betul dapat dipercaya.
Selain mendapatkan gelar Al-Amin Beliaupun memiliki sifat bersahaja. Tidak memiliki makanan yang berlebih, juga rumahnya kecil namun Beliau berucap baiti janati rumahku surgaku. Juga tidak memiliki kemewahan hidup seperti pemimimpin negeri-negeri muslim sekarang.
Sifat lainnya yaitu tegas dalam menerapkan Islam. Beliau berucap bahwa andai Fatimah mencuri maka Rosululloh akan memotong tangannya.
Rosulpun pemberani.
Rosulpun ahli strategi perang. Ini dibuktikan dengan perjanjian hudaibiyah juga pada perang parit.
Dan sifat-sifat mulia lainnya.
Sebagai Kepala Negara
Rosulpun selain sebagai nabi juga sebagai Kepala Negara Islam. Dalam sejarah Islam dikemukakan bahwa Rosululloh SAW mengangkat Abu Bakar As-Sidiq dan Umar bin Khotob sebagai Muawin Tafwid yaitu Pembantu Kepala Negara dalam bidang Pemerintahan. Rosululloh SAW berkata bahwa Pembantuku di dunia yaitu Abu Bakar As-Sidiq dan Umar bin Khotob.
Rosulpun mengangkat para Wali. Wali itu setingkat Gubernur sekarang. Juga Beliaupun mengakar para Amil. Amil itu setingkat wali kota atau bupati.
Rosululloh SAW juga mengangkat para Qodi atau hakim. Ali bin Abi Tholib diangkat sebagai Qodi atau hakim.
Juga Rosulpun mengangkat pejabat-pejabat negara yang lainnya.
Wajib meneladani Rosululloh SAW
Umat Islam diwajibkan Meneladani apa saja yang Beliau bawa dan apa saja yang Beliau larang. Yang Beliau bawa kita ambil atau ikuti. Yang Beliau larang kita jauhi jangan dilakukan. Itulah bukti cinta kita pada Rosululloh SAW.
قل إن كنتم تحبون الله فاثبعونى ىحببكم الله وىغفرلكم ذنوبكم والله غفور رحيم
Katakanlah: " Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. 3 Ali-Imron: 31)
Menjalankan Pemerintahan berdasarkan Islam merupakan bukti cinta kita pada Rosululloh SAW. Sebaliknya menjalankan pemerintahan tidak berdasarkan Islam merupakan bukti kita tidak cinta Rosululloh SAW. Oleh karena itu tidak boleh tidak kita harus menjalankan Pemerintahan sesuai dengan Islam. Dengan begitu apa yang kita ucapkan kita cinta Rosululloh SAW tidak disebut omong kosong tanpa bukti. Karena cinta membutuhkan pembuktian.
Cinta Alloh SWT dan Rosululloh SAW
Cinta pada Alloh SWT dan Cinta pada Rosululloh SAW harus melebihi cinta pada yang lain bahkan harus melibihi cinta pada diri sendiri.
Dalam Al-Qur'an Alloh menyatakan bahwa bapak-bapak, anak-anak, istri-istri, saudara-saudara, harta kekayaan, perniagaan yang dihawatiri merugi juga rumah yang disukai lebih disukai dari Alloh, Rosululloh juga jihad maka tunggulah keputusannya. Alloh tidak menyukai orang-orang yang pasik.
Rosululloh SAW mengoreksi cinta Umar pada Beliau yang menyamakanNya dengan cinta pada diri sendiri. Ketika Umar bin Khotob menyatakan bahwa Beliau lebih dicintai dari diri Umar sendiri maka Beliau membenarkannya.
Syafaat Rosululloh SAW
Rosululloh SAW diberi izin oleh Alloh SWT memberikan Syafaat atau pertolongan kepada manusia. Nanti seluruh manusia akan berkumpul di Padang Mahsyar kemudian mendatangi para Nabi untuk meminta pertolongan. Seluruh manusia mendatangi Nabi Adam lalu meminta pertolongannya namun nabi Adam tidak dapat memberi pertongan karena Beliau melakukan sebuah dosa yaitu makan buah huldi.
Kemudian seluruh manusia mendatangi nabi yang lain yaitu Nabi Ibrohim. Namun Nabi Ibrohim pun tidak dapat menolongnya. Kemudian seluruh manusia pun mendatangi Nabi Isa. Beliaupun sama tidak bisa menolongnya. Maka nabi Isya memberikan saran agar menemui Rosululloh SAW. Maka seluruh manusia menemui Rosululloh SAW. Rosulpun diberi izin untuk menolongnya.
Orang bersama orang yang dicintainya
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ada orang bertanya kepada Rasululloh kapan hari kiamat datang maka Rosululloh bertanya apa yang engkau persiapkan? orang itu menjawab bahwa ia mencintai Rosululloh. Maka Rosululloh berkata bahwa orang bersama dengan orang yang dicintainya.
Semoga nanti kita bersama Rosululloh SAW. Aamiiin YRA
Komentar
Posting Komentar